Selamat datang di website resmi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Maluku Utara.
Dapatkan informasi Terkini dan terlengkap mengenai segala hal yang berhubungan dengan perbendaharaan negara.
Waspadalah terhadap surat atau undangan bimbingan teknis palsu mengatasnamakan Ditjen Perbendaharaan yang meminta sejumlah uang untuk biaya pendaftaran. Laporkan kepada kami jika anda menemukannya.

Gambaran Umum Provinsi Maluku Utara

https://cumakatakata.files.wordpress.com/2012/09/lambang-logo-propinsi-maluku-utara.png?w=627

Logo Provinsi Maluku Utara

Provinsi Maluku Utara merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Maluku berdasarkan Undang – undang No. 46 tahun 1999 tanggal 4 Oktober 1999 dan diresmikan pada tanggal 12 Oktober 1999 dengan menempatkan Ibukota sementara di Kota Ternate, dan Ibukota definitif di Sofifi Kota Tidore Kepulauan.

Secara geografis Provinsi Maluku Utara terletak di antara 3° Lintang Utara sampai 3° Lintang Selatan dan 124° – 129° Bujur Timur serta terbentang dari utara keselatan sepanjang 770 Km dan dari barat ketimur sepanjang 660 Km. Luas wilayah Provinsi Maluku Utara secara keseluruhan sebesar 145.801,1 Km2 meliputi luas wilayah daratan 45.069,66 Km2 (23,72 persen) dan wilayah perairan seluas 100.731,44 Km2 (76,28 persen) dengan panjang garis pantai sepanjang 3.104 Km.

Provinsi Maluku Utara yang sebagian besar wilayahnya berupa laut, memiliki 395 buah pulau terdiri dari 64 buah berpenghuni dan 331 buah tidak berpenghuni. Pulau-pulau yang tergolongbesarantara lain Pulau Halmahera (18.000 Km2) danpulau-pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu Pulau Obi (3.900 Km2) dan Pulau Taliabu (3.195 Km2), Pulau Bacan (2.878 Km2) dan Pulau Morotai (2.325 Km2). Pulau-pulau yang relative kecil antara lain Pulau Ternate, Tidore, Makian, Kayoa, Gebe dan sebagainya.

Peta Maluku Utara

Peta Maluku Utara

Secara administrasif, saat ini Provinsi Maluku Utara terbagi menjadi 8 Kabupaten (Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu) dan 2 Kota yaitu (Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan). Pada tahun 2008 Pulau Morotai yang semula menjadi bagian dari Kabupaten Halmahera Utara, Pisah menjadi kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Pulau Morotai. Kabupaten/kotat ersebut terdiri dari 112 kecamatan dan 1.062 desa/kelurahan dan pada tahun 2013, pulauTalibu yang semua menjadi bagian dari Kabupaten Kepulauan Sula, pisah menjadi kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Pulau Taliabu dand itandatangani oleh Menteri Dalam negeri padat anggal 22 April 2013.

Topografi wilayah Maluku Utara sebagian besar bergunung-gunung dan berbukit-bukit dan termasuk kategori pulau vulkanis dan pulau karang. Topografi yang terdapat di setiap daerah terdapat punggung gunung yang merapat ke pesisir dan pada daerah sekitar Teluk Buli (wilayah HalmaheraTimur) sampai Teluk Kao (wilayah Halmahera Utara), pesisir Barat mulai dari Teluk Jailolo ke Utara dan Teluk Weda ke Selatan dan Utara ditemui daerah dataran yang luas. Pada bagian lainnya terdapat deretan pegunungan yang melandai dengan cepat ke arah pesisir.

Topografi Pulau Halmahera sebagian besar berupa pegunungan yang rapat mulai dari Teluk Kao, Teluk Buli, Teluk Weda, Teluk Payahe, dan Dodinga. Dengan karaktersitik wilayah daratan dan perairan yang demikian, memiliki potensi pengembangan sumberdaya alam yang cukup menjanjikan, seperti perikanan, pertambangan, perkebunan dan pariwisata maupun potensi lainnya dengan arahan kebijakan serta strategi pengembangan yang tepat untuk kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

Sebagai provinsi kepulauan, sub-sektor perhubungan laut merupakan pilihan utama dalam kegiatan transportasi, sebagai pengangkutan yang murah, mudah dan dapat mengangkut barang dan orang dalam jumlah besar. Sistem transportasi darat juga sangat penting terutama sebagai pendukung kota-kota dan wilayah daratan yang relatif luas seperti Pulau Halmahera, sedang subsistem transportasi udara meskipun masih terbatas dapat mendukung pergerakan antar kota-kota di wilayah Provinsi Maluku Utara yang telah tersedia pelabuhan. Untuk mendukung pembangunan dan kegiatan wilayah, semua moda (intermoda) transportasi harus dioptimalkan dan diaktifkan mengikuti sistem gugus pulau.

Provinsi Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan sangat tergantung pada sub-sektor perhubungan laut sebagai pengangkutan yang murah, mudah, dan dapat mengangkut barang dan orang dalam jumlah besar antarpulau. Sistem transportasi darat juga sangat penting terutama sebagai pendukung kota-kota dan wilayah daratan yang relatif luas seperti Pulau Halmahera. Sub sistem transportasi udara meskipun masih terbatas dapat mendukung pergerakan antarkota di wilayah Provinsi Maluku Utara dimana saat ini telah tersedia bandar udara (bandara). Pembangunan dan kegiatan wilayah perlu didukung oleh semua moda (intermoda) transportasi secara optimal dan efektif mengikuti sistem gugus pulau.

Provinsi Maluku Utara memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa baik hasil bumi berupa hutan (Luasan total kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara, baik lindung maupun budidaya, sebesar 2.810.715 Ha yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Wilayah dengan luasan hutan terbesar adalah Kabupaten Halmahera Selatan seluas 747.874,01 Ha dan terkecil adalah Kota Ternate seluas 14.886 Ha) dan Pertambangan ((Pertambangan Provinsi Maluku Utara padatahun 2008 meliputi emas dan perak. Pada tahun 2008, terdapat produksi emas sebanyak 5.012.000 gram. Sedangkan produksi perak mencapai 5.200.000 gram, dan untuk nickel low grade sebesar 3.109 975 dan high grade sebesar 36.104 per tahun 2006).

Di bidangPertanian (Struktur ekonomi Provinsi Maluku Utara didominasi oleh kegiatan pertanian. Sampai dengan tahun 2008, nilai tambah yang dihasilkan sektor pertanian memberikan kontribusi 35,88%. Selain sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang cukup berarti terhadap ekonomi wilayah yaitu 25,22% dan 12,80%. Sektor-sektor ekonomi yang lain hanya memberikan kontribusi kurang dari 10%).

Di bidangPeternakan (Ternak besar di Provinsi Maluku Utara meliputi sapi potong, kambing, dan babi. Jenis ternak kambing mendominasi populasi ternak di Provinsi Maluku Utara. Pada tahun 2008 terdapat 183.389 ekor kambing, sedangkan untuk ternak babi terdapat sebanyak 59.630 ekor dan sapi potong sebanyak 49.828 ekor. Kabupaten Tidore Kepulauan merupakan kabupaten di Provinsi Maluku Utara dengan populasi trenak terbesar. Sedangkan Kabupaten Halmahera Timur merupakan kabupaten di Provinsi Maluku Utara dengan populasi ternak trekecil), Perikanan (Wilayah perairan di Maluku Utara kurang lebih 100.731,44 Km2 atau sekitar 77 persen dari luas wilayah keseluruhan Provinsi Maluku Utara).

Kedaton Kesultanan Ternate

Kedaton Kesultanan Ternate

Di Sektor Pariwisata (Secara umum wisata alam meliputi wisata hutan, wisata pendakian, wisata bahari (wisata pantai dan wisata taman laut), wisata pertanian, wisata cagar alam, dan sebagainya. Wisata ini dapat berupa baik wisata massal maupun ekowisata. Wisata alam di Provinsi Maluku Utara sangat banyak, setidaknya terdapat 62 obyek wisata yang tersebar di 8 (delapan) daerah tingkat dua (kabupaten/kota). Kondisi obyek-obyek wisata alam tersebut sangat beragam mulai dari kondisi yang masih alami sampai kondisi rusak. Kekayaan lain berupa benda cagar budaya seperti bangunan peninggalan benteng-benteng Portugis, keratin kesultanan hingga berbagai tarian daerah juga masih berdiri kokoh di sejumlah kabupaten dan kota. Semua kekayaan tersebut hingga kini masih belum dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

Logo Kemenkeu RI Hak Cipta © Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Prov. Maluku Utara
Tim Developer Website Kanwil DJPB Prov. Maluku Utara | Webmail | Kontak | Redaksi | Kontributor